ANTARA HUJAN DAN UJIAN


Manusia diibaratkan tanah yang tak kuasa menghalangi hujan turun dari langit dan membasahinya. Manusia tak kuasa menghalangi cobaan yang akan menimpanya, karena sesungguhnya hidup dan  kehidupan adalah skenario dari Sang Sutradara Semesta ; Allah SWT. Tiada selembar daun pun yang jatuh tanpa sepengetahuannya, tiada yang tak terdengar olehNYA walau rintihan seekor semut nun jauh di lubang kecil dan gelap, walau suara hati yang tak terucap oleh lisan sekalipun. bila hujan dianalogikan sebagai ujian dan tanah dianalogikan sebagai manusia, maka sesungguhnya keadaan manusia dalam menghadapi ujian layaknya tanah dalam menerima hujan. ada jenis tanah yang  mampu menyerap air hujan sehingga tanaman yang tumbuh di atasnya menjadi subur, berbunga, dan berbuah. Ada pula jenis tanah yang tak mampu menyerap air hujan secara sempurna namun hanya menciptakan genangan kecil di atasnya sehingga hewan-hewan yang ada di dekatnya bisa meminum airnya, namun ada pula jenis tanah yang sangat keras dan tak dapat menyerap sedikitpun air hujan, sehingga jika hujan turun airnya hanya lewat saja dan tak ada tumbuhan yang hidup diatasnya dan tak ada pula genangan yang memungkinkan hewan-hewan untuk meminum airnya. Demikian halnya manusia dalam menghadapi cobaan, ada yang menanggapi cobaan dengan sabar dan tawakal serta menyadari bahwa ujian adalah salah satu bentuk  kasih sayang Allah kepadanya sehingga makin bertambah Iman dan kedekatannya dengan Sang Khalik yang membuahkan ketegaran, ketakwaan serta ia pun mengambil hikmah dari cobaan yang diterimanya. Adapula yang memandang cobaan sebagai suatu teguran dari Sang mahapencipta sehingga ia memperbaiki sikapnya dan perubahan itu dirasakan oleh orang-orang sekelilingnya. Namun adapula yang menganggap ujian adalah bentuk ketidak adilan Tuhan padanya, sehingga hidupnya dipenuhi dengan keluh-kesah yang berkepanjangan dan meletihkan hati.

Cobaan pada hakikatnya adalah ujian akan keikhlasan, ketundukan dan keimanan  manusia terhadap segala keputusanNYA. Sebagaimana lazimnya jika ingin mencapai kedudukan yang lebih tinggi, kita pun harus mengikuti ujian. Seorang anak SD yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi harus lulus dalam ujian akhir yang merupakan salah satu indicator kelayakannya untuk melanjutkan pendidikan. Demikian halnya manusia, Allah memberikan cobaan kepada manusia untuk meninggikan derajatnya dan memperoleh surgaNYA. Karena sesungguhnya salah satu indicator keimanan dan ketakwaan seorang hamba terletak pada keikhlasannya dalam menerima cobaan dari Allah . Tak kan tahu beratnya medan sebelum ditelusuri,  tak kan tahu dalamnya Iman sebelum manusia diuji. Allah SWT berfirman dalam surah al-baqarah: 214:

Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan seperti yang di alami orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang dengan berbagai cobaan sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata,”kapankah datang pertolongan Allah?”ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Di dalam ayat lain Allah berfirman:

Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar , yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata,” Innalillahi wa inna ilaihi rajiun”(sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNYA lah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (al- Baqarah: 155-157).

Jelaslah bahwa ujian adalah salah satu bentuk kasih sayang dan perhatian Allah terhadap hambaNYA. Dan lagi, bukankah asiknya suatu permainan terletak pada tantangannya? Bukankah kita dapat sampai ke puncak gunung karena jalan yang berliku? Memang aman kapal di pelabuhan, namun bukan itu tujuan dibuatnya kapal. Hidup dan kehidupan telah mengajarkan kita untuk memilih menjadi kesatria gagah yang mampu menelan pil pahit kehidupan dengan tangguh atau menjadi pecundang yang senantiasa mengeluh.(BKIM_5/2/09)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s