Sebuah buku dan secangkir kopi

Entah kenapa, tiba2 begitu merasa kangen masa2 menjadi ‘Ibu’ selama 2 bulan di kampung halaman..kangen dengan riweuhnya mengurus 2 jagoan cilik yang super aktip.,mungkin masih cukup lama lagi untuk aku merasakannya kembali, menjadi Ibu yang sesungguhnya untuk anak2ku.,

 

Diiringi senandung lagu Ibu-nya New Sakha, kristal2 bening ini tak kuasa terjatuh dari mata. Mengalir begitu derasnya dan sangat tiba2,,hanya bisa tersedu tanpa kuasa menahan laju alirnya. Aku teringat Ibuku,,seorang wanita yang telah melahirkan dan membesarkanku,,Ibu,,wanita mulia yang begitu aku kagumi..

 

Pengalaman 2 bulan menjadi Ibu untuk 2 adikku membuatku begitu teramat menyesal telah berlaku kasar pada Ibuku. Bahkan disaat hari2 menjelang keberangkatan orangtuaku beribadah haji, aku memasang tampang kusut dihadapan Ayah & Ibuku seolah akulah orang yang paling tertindas dalam masa2 ini. Aku amat menyesal kini setelah tau betapa besarnya pengorbanan Ibu, betapa teramat beratnya selama ini telah merawat, mendidik dan mebesarkanku. Bahkan segala-galanya telah dikorbankan demi aku, anaknya, merasa senang meski dirinya sendiri harus berkorban. Tapi sedikitpun tak pernah kudengar keluhannya. Itulah Ibuku..alangkah beruntungnya aku kini Beliau masih ada. Tak terbayang olehku jika Ia tiada. Masih sempatkah aku bercengkrama dengannya?, masih sempatkah aku mengatakan “aku begitu mencintaimu karena Allah” (terinspirasi dari buku ‘ Hafalan Shalat Delisa’-nya Tere Liye), sesuatu yang sangat ingin aku katakan tapi hingga kini aku masih malu untuk mengatakannya?,Uh,,begitu kerasnyakah hatiku??

 

Ibu,,,,baru lewat tulisan ini aku berani katakan bahwa aku begitu mencintaimu karena Allah,,sungguh aku mencintaimu karena Allah,,,

 

Aku sadar betul, bahwa setiap apa2 yang kuraih dan kemudahan yang kutemui tak lepas dari derasnya do’a yang dipanjatkan orangtuaku untukku, anaknya.

 

Terimakasih Ya Allah,,telah menganugrahiku orangtua yang begitu mencintaiku setulus hatinya… Cintailah mereka Ya Allah,,sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku Ya Rabb. Ampunilah dosa-dosanya dan tempatkanlah mereka ditempat terbaik disisi-Mu, Allahu Rabbi..Amin..

 

Sebuah buku dan secangkir kopi,,,

Sebenarnya judul itu ga ada hubungannya dgn isi tulisan ini, tp sepertinya kata2 itu menarik, setidaknya saat ini, buatku. Judul yang tiba2 terlintas dibenakku Karena baru saja aku membaca sebuah buku yg menurutku isinya sedikit ‘gila’ tp menarik ditemani dengan secangkir kopi [kyk hobinya si penulis buku itu, kang Divan Semesta]. Thx to kang Divan yg sdkt bnyk jg mengisnpirasi saya u/ kembali menulis ^^ hehe

One thought on “Sebuah buku dan secangkir kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s