Pacaran???

waktu lagi berselancar diper-FB-an ga sengaja nemu note yg dimana seorang teman ditag disitu. aku sendiri ga kenal dan ga berteman dgn pemilik note jd ga bisa mnta ijin ngopi notenya (heuheu ngeles).  tapi boleh lah untuk kebaikan informasi dalam note tersebut dibagikan ^^ (u/ pemilik note, maaf ya dicopy tulisannya. hanya Allah SWT sebaik-baiknya pembalas ^^).

begini isi notenya. cekidot……

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

^_^ MEMBOLEHKAN PACARAN? SEBUAH PENDEKATAN POSITIF ^_^

 

 

1. Silahkan pacaran asal jangan ketahuan Tuhan

 

Ya, silahkan si remaja pacaran asal tidak ketahuan Tuhan. Mau di dalam gua, di tengah hutan, di puncak gunung yang sepi, di kuburan tengah malam, terserah. Pokoknya tempat yang tidak Tuhan ketahui ( EMANG BISA, HE 3X ^_^).

 

2. Silahkan pacaran asal jangan asyik berdua

 

Silahkan pacaran saja tapi jangan pernah berduaan. Ajaklah adik, kakak, orang tua, om, tante, kakek, nenek, tetangga, pokoknya rame-rame. Jika cuma ingin berdua, lebih baik di rumah saja bersama mama dan papa.

 

Setelah menguraikan dua syarat ini, mungkin remaja akan mengeluh, “Ye… sama aja bohong.”

 

Memang. Dua syarat di atas hanyalah taktik. Sebuah pendekatan yang lebih bersahabat. Pesan yang ingin disampaikan juga larangan, tapi disampaikan lebih manis. Si remaja akan tersenyum setelah mendengar nasehat ini. Bandingkan jika belum apa-apa si remaja sudah dilarang, dihakimi, dimarahi. Ia akan memasang jarak dan enggan curhat lagi dengan orang yang melarang.

 

Mungkin pendekatan positif masih terasa asing bagi kita. Sejak kecil kita terbiasa dididik dengan pendekatan negatif:

 

“Jangan nakal! Nanti ditangkap polisi.”

“Kalau bandel nggak akan mama kasih uang Jajan.”

“Shalat yang bener! Kalau nggak, kamu bisa masuk neraka!”

 

Padahal kita bisa menasehati dengan bijak. Memilih kata dan kalimat yang tepat, disampaikan dengan penuh kelembutan.

“Jadi anak manis, ya. Supaya Mama dan Papa tambah sayang sama kamu”

“Ayo yang rajin. Nanti uang jajannya dikasih lebih”

“Shalat ya, Sayang. Biar kita sama-sama masuk surga.”

 

Pendekatan positif. Memang masih asing. Tapi jika hasilnya lebih baik, kenapa kita tak mencobanya. Selamat mencoba!

 

Wallahu a’lam.

Cari dan teruslah mencari cinta Ilahi.

Salam persaudaraan selalu…

 

Pasted from <http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177065908982427&set=a.177062888982729.35518.100000370563509>

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s