-Pemuda dibatas peradaban-



Dengung revolusi mau tak mau kian hari kian tak terbendung lagi. Timur tengah sejak penghunjung tahun 2010 hingga kini masih bergolak. Pergolakan yang kebanyakan digerakkan oleh pemuda. Ya, sama seperti di Indonesia dulu, jamannya Pak Karno dan Pak Harto, para penggerak perubahan juga adalah pemuda.

Hanya saja, revolusi yang didengungkan bersifat sesaat atau lebih tepatnya revolusi ecek-ecek yang hanya merubah orang bukan sistem. Di Indonesia, Kebangkitan nasional yang telah lebih seabad dilaunching negeri ini ternyata tak membawa perubahan yang signifikan dalam tatanan kehidupan. Malahan sebaliknya, kehidupan justru semakin ngawur tak teratur. Semua segi kehidupan mengalami kemunduran, mulai dari soal politik, ekonomi, hukum, sosial dan lainnya.

But,  bukan soal revolusi model apa yang ingin kita bahas kali ini, Melainkan ingin berbicara tentang pemuda, anak muda, atau yang merasa berjiwa muda yaitu KITA.

Pemuda…dalam setiap masanya selalu menjadi inspirasi bagi sekelilingnya, membawa perubahan dalam setiap langkahnya, menjadi nafas bagi berlangsungnya kehidupan. Sejak awal mula kebangkitan didengungkan, pemuda selalu menjadi yang terdepan sebagai penggagas alias pioneer kebangkitan. Pemuda menjadi tonggak bagi sebuah gerakan perubahan. Ditangannya masa depan suatu bangsa ditentukan. Bung karno pun pernah mengatakan demikian “Berikan aku 1000 orag tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Ya, sebegitu dahsyatnya pemuda (apakah kita sudah menyadari??)

Kenapa pemuda bisa begitu dahsyat, penting dan berharga??

Pemuda memiliki kekuatan memimpin, mengawal perubahan. Ketika kondisi bangsa terpuruk, dipundak para pemuda lah harapan dititipkan. Ya, semua itu karena pemuda memiliki potensi energi yang powerfull, semangat yang membara, keberanian dan tentu juga kemauan, usaha serta kerja keras.  Pemuda memiliki konsep, arah kemana hidup hendak dituju. Terlebih lagi ketika konsep itu lahir dari kesadaran hubungannya dengan Allah yaitu konsep yang dilandasi oleh Iman Islam, aqidah yang kokoh, yang terhujam kuat didadanya (istilah kerennya mah ‘Islam di dadaku’ kitu ceunah J hehe).

Tapi apakah betul begitu faktanya pemuda? Terutama saat ini. Harus diakui, anak muda, generasi muda atau pemuda, saat ini, kebanyakan cenderung kehilangan jati diri, pembebek dan ‘alay’. Kehilangan jati diri karena mereka kebanyakan dan lebih banyak mengikuti idola mereka yg hampir seluruhnya dari kalangan artis baik dari dalam maupun luar negeri. Sekedar contoh, Pasti kenal kan dengan Justin Bieber?? itu yang bikin orang2 pada rela antri beli tiket nonton konsernya yang kabarnya bakal digelar bulan April 2011 di Indonesia. Banyak remaja yang tergila-gila dengannya, utamanya remaja putri. Bahkan anak kecil pun sampai2 nangis2 mau ketemu dia. Weleh-weleh… Atau kalau produk dalam negeri, contohnya Ariel (kenal kan??), yang sudah jelas-jelas melakukan perbuatan yang tercela, bejat dan berkontribusi besar dalam penghancuran moral generasi muda ini masih saja digandrungi. Bahkan oleh cewek2 berkerudung (beuuuh malu-maluin umat muslim aja neeeeechhh). Mereka mengidolakan dan berusaha mengikuti segala apa yang dikenakan dan dilakukan idolanya. Memang betul, anak muda di peradaban kapitalis sekuler ini lebih kenal dengan mereka para selebriti yang sering masuk TV. Coba tanyakan pada mereka, siapa peraih nobel kimia tahun  2010? Siapa menteri pertanian Indonesia sekarang? Coba tanyakan! Mungkin ada beberapa yang kenal, tapi lebih banyak yang ga kenal. Yang kenal pun ga mengidolakan, apalagi yang ga kenal. Gmna mau mengidolakan, kenal aja ga. Itu notabene orang2 yang masih dapat diindra keberadaannya, mereka sdh ga kenal. Apalagi orang2 terdahulu, generasi sahabat Rasul. Jarang dan bahkan sedikit sekali yang kenal dan mau mencontoh para sahabat. Hmmmm…

Pemuda kini juga lebih suka melakukan aktivitas2 yang bisa dikatakan ‘kurang gawe’ atau ‘tidak produktif’ seperti nge-band, nge-dance, nyanyi, main bola, nge-game, online dsb. Mereka juga lebih tertarik menjadi artis atau pegawai kantoran (yang secara umum lebih banyak ditemukan dikota) ketimbang jadi penulis, peneliti apalagi jadi petani. Seperti berita yang dimuat di REPUBLIKA.CO.ID (27 November 2010), Meski lahan pertanian lebih banyak berada di pedesaan, namun lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) lebih memilih bekerja di perkotaan. Wakil Rektor IPB Bidang Riset dan Kerja Sama, Anas M Fauzi, mengaku banyak lulusan universitas tersebut ogah bekerja di pedalaman. Bisa dikatakan klo lulusan institut pertanian atau yang mengambil jurusan pertanian pun malas jadi petani. Kalopun mau, maunya yang dikota. Padahal kita hidup di negara agraris. Dan kita tahu, hidup kita membutuhkan produk-produk pertanian. Gmna engga, untuk memenuhi kebutuhan jasmani kan kita perlu makan, minum dsb yang umumnya dari produk pertanian. Lha kalo pemudanya lebih tertarik jadi selebritis, siapa yang mau jadi petani?? Siapa yang mau menyediakan beras, jagung, sayur-sayuran, buah dsb?

Begitulah kondisi pemuda kini, hasil didikan peradaban KAPITALISME. Bagaimana bisa pada pemuda seperti ini, harapan dititipkan???

Tulisan ini tidak bermaksud mematahkan semangat teman2 untuk bangkit dari keterpurukan kondisi saat ini. Sama sekali engga. Fakta diatas hanya menggambarkan sedikit realita yang terjadi kini. Kita engga mau kan menjadi pemuda yang termasuk seperti itu terus-menerus? Sudah waktunya berubah, berdiri, mencari kebenaran, melakukan hal-hal yang selayaknya harus pemuda lakukan. Kita pun harus sadar bahwa kapitalisme lah yang membuat para pemuda ini keluar jauh dari fitrahnya. Maka kita pun harus mengenyahkan sistem kapitalisme/sekuler itu. Harus kita sadari, Kalo banyak pemuda (Cuma banyak lho, engga semuanya J) saat ini begitu kondisinya, tentu tidak sepenuhnya salah mereka juga, Tapi karena memang standar hidup dalam sistem kapitalisme ini yang membentuk karakter para generasi muda menjadi yang seperti itu.

Untuk itu, agar dapat mewujudkan pemuda seperti apa yang diharapkan, selain kita sebagai individu harus memperbaiki diri, juga harus berusaha melakukan perubahan sistemik. Mengganti kapitalisme dengan sistem yang mampu membentuk pemuda menjadi terdepan, mandiri dan punya jati diri, yaitu sistem Islam.  Sebab, tanpa perubahan sistem, kita akan tetap pada kerangka paradigma kapitalis/sekuler yang selalu mengukur hidup atas dasar materi.  Kenapa harus dengan Islam?? Karena Islam menjadikan tujuan hidup hanya untuk meraih Ridho Allah SWT. So, apapun aktivitas yang kita lakukan, semuanya semata karena untuk mendapat ridho-Nya (Bagian ini insyaAllah akan ada pada tulisan selanjutnya…).

Engga perlu merasa kecil hati atau skeptis untuk melakukan perubahan. Sudah saatnya kita membuka cakrawala lebar-lebar. Dominasi Amerika atau peradaban Amerika ternyata kini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kehancurannya. Ya, kita kini sedang berada pada penghujung peradaban Kapitalisme sekuler. Kapitalisme kini tampak mulai limbung. Salah satu tandanya adalah terjadinya berbagai krisis secara berulang, termasuk krisis finansial yang sangat parah, yang mulai muncul di AS dan tak terbendung menyebar ke seluruh dunia. Semua itu menjadi sebagian pertanda segera runtuhnya sistem Kapitalisme (http://hizbut-tahrir.or.id/2010/12/03/dr-mohammad-malkawi-kapitalisme-runtuh-islam-menggantikannya/). Sementara dukungan terhadap Islam semakin menguat. Hasil survey Setara Institute (sebuah LSM sekuler yang getol promosi pluralisme, HAM, dan pembela Ahmadiyah) menunjukkan sebanyak 34,6 % warga Jabodetabek menyatakan setuju terhadap sistem khilafah (lihat Al-Wa’ie No. 26 tahunXI Februari 2011)

So, teman-teman, mari kita siapkan diri menyambut peradaban yang baru. Peradaban Rabbani yang lebih berkah dan rahmah. Kita isi hidup kita dengan aktivitas yang dapat menambah ‘expert’ kita. Misalnya mengkaji Islam yang terstruktur, mengasah kemampuan berbahasa Arab, mendalami al-qur’an dan hadist, meningkatkan kemampuan dibidang keilmuan yang kita dalami dan tentu saja menancapkan Islam sebagai ideologi di dalam dada-dada kita sehingga ia yang akan menjadi bahan bakar perjuangan mempersiapkan peradaban Islam. OK Frenz ^_*V

 

Salam Perjuangan,

Hamasah J

 

Bogor, 08 Maret 2011 – kontemplasi @ Az-Zahiroh in the cold night –

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s