Belajar menikmati proses Belajar ( *_^ V )

Selama kita menjalani pendidikan, pernahkah sekali saja kita merasa bosan dan jenuh? Pernahkah bertanya untuk apa saya belajar? Untuk apa ini itu dipelajari? Cukup puaskah kita hanya dengan dapet nilai bagus?
Diakui atau tidak, terkadang kita bertemu pada satu titik dimana kita merasa jenuh dengan aktivitas belajar, terutama belajar mengajar di kelas. Apalagi kalau mata pelajarannya itu lagi itu lagi. Rasanya udah dipelajari dari bangku SD mpe kuliah juga masih diulang-ulang (meski tetep aja ga diaplikasikan hehe ^_^). Contoh kasus mata pelajaran agama. Pendidikan agama sudah kita terima sejak TK hingga masuk universitas (wlopun kalo dikuliah cm 2 jam dlm seminggu). Namun begitu, banyak para pendidik dan orang tua yg kewalahan dgn tingkah laku anak/anak didiknya. Terutama dalam beberapa dekade ini, setelah semakin maraknya pergaulan bebas pornoaksi/pornografi yang merajalela di kalangan remaja dan mahasiswa. Para guru bilang, mereka berupaya membentengi pergaulan remaja dengan meningkatkan pengetahuan agamanya. Pemerhati anak bilang, harusnya yg menjaga perilaku anaknya adalah tanggung jawab keluarga dan agama. Hmmm jadi mikir..???…. Kasian kali kalo org tua yg disalahkan atas kelakuan anaknya, padahal pengaruh lingkungan sangat kuat melingkupi pola hidup anaknya. Kata Deddy dlm acara hitam putih-nya Trans7 jg bilang bhwa 70 % kepribadian seseorang itu dibentuk dari lingkungan. Nah lho, jd sejujurnya masalah itu bukan hanya tanggungjawab orangtua tp juga pemerintah yg pnya kewenangan.
Back to soal belajar mengajar, sebagian besar diantara kita ternyata tak mempermasalahkan sistem belajar mengajar saat ini, cenderung menerima alias pasrah mengikuti keadaan dan kebiasaan yg berlaku. Disuruh ini itu- nurut, jadwal tak kenal waktu- stay cool aja, dan banyak hal lainnya yg sbenarnya membuat kita tidak fleksible dlm belajar. Tapi kita tak menyadari dan menganggap itu smua adalah hal yang wajar. (sampai akhirnya kadang muncul yang begini [depresi] —>

Hanya segelintir org yg sadar bahwa ada yg salah dari sistem belajar mengajar saat ini.
Metode pembelajaran yang kita terima saat ini bisa dikatakan jauh dari aplikasi, menilai keberhasilan hanya sebatas nilai-nilai sehingga menjadikan pelajar bak buku yang berjalan. Ditanya pengertian ini itu lancar jawabnya, tapi pas ditanya soal aplikasinya, pada kabur dech ga ngerti ^_^ (kayak di film 3 idiot itu lho, yg udh nonton pasti tau). Seperti yg sudah dibahas diatas. Sekalipun sudah dididik agama dr kecil, namun karena pendidikan agama yg diterima sekedar pengetahuan tapi tidak menjadi pemahaman yang menjadi pondasi hidupnya, makanya marak terjadi penyimpangan pergaulan.

Berbeda dgn sistem belajar mengajar saat ini, Islam mempunyai metode yang khas dalam pengajaran. Metode pembelajaran dalam islam memiliki prinsip bahwa pengetahuan harus dipelajari untuk dipraktekkan (kecuali ilmu yang bertentangan dengan Islam). Pelajaran harus disampaikan kepada pelajar melalui proses berpikir yang membekas dan memberikan pengaruh terhadap perasaannya, sehingga di dalam dirinya terwujud semangat yang berkobar-kobar. Disaat yang bersamaan terwujud pula pemikiran dan pengetahuan yang amat luas, sekaligus upaya untuk mengamalkannya yang muncul secara alami. Dengan metode pendidikan seperti ini, akan muncul pemahaman dan kemampuan pada diri pelajar, yang berasal dari pemahamannya yang membekas. Dengan metode itu pula, seorang pelajar akan mengetahui hakikat-hakikat yang memungkinkan dia biasa memecahkan problematika kehidupan. Karena itu, sistem belajar harus dijauhkan dari sekedar menuntut ilmu belaka, agar pelajar tidak hanya menjadi buku yang berjalan. Begitu pula sistem belajar tidak boleh menjadi sekedar nasehat dan petunjuk. Jika tidak, akan mengakibatkan kedangkalan berpikir. Contoh penerapan dari metode pembelajaran Islam salah satunya dalam bidang astronomi. Dalam Islam untuk menentukan jadwal waktu sholat, dibutuhkan pengetahuan tentang ilmu perbintangan (astronomi), sehingga jadwal waktu sholat bisa ditentukan dengan tepat. Oleh karena itu, umat muslim mendalami ilmu astronomi untuk memenuhi kebutuhan tersebut (sekedar info, astronomi dan astrologi itu beda lho, jd jgn slh persepsi ya….).


Atau contoh yg lain, Islam sangat mendorong untuk bertani atau berladang sebagaimana Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah seorang muslim menanam sebatang pohon (berkebun) atau menanam sebutir biji (bertani), lalu sebagian hasilnya dimakan oleh burung, manusia atau binatang, melainkan baginya ada pahala sedekah (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmizi dan Ahmad). Oleh karena itu, umat islam mempelajari tentang tanah, jenisnya, kandungan dan karakteristiknya. Selain itu juga mempelajari tentang hama dan penyakit tanaman, jenis2nya dan juga penanggulangannya. Umat islam juga mempelajari teknik dan teknologi dibidang pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Nah, itu lah sebagian kecil contoh ketika metode pembelajaran islam diterapkan. Tentu juga harus didukung dengan sistem pemerintahan yang juga berlandaskan Islam karena semuanya saling berkaitan.

Ketika mempelajari sesuatu, ada baiknya memang diawali karena ketertarikan kita terhadap hal tersebut sehingga dapat terbayang dibenak kita untuk apa hal tersebut dipelajari dan bagaimana penerapannya. Karena ketika tidak terbayang, hal itu akan membuat kita jumud (jenuh) karena merasa yang kita kerjakan adalah hal yang sia-sia bahkan akhirnya akan membuat kita akan terjun pada aktivitas yang menyimpang dari hal yang kita pelajari. Misal, kalo kita kuliah di institut pertanian, kemudian ambil jurusan ilmu pertanian tapi pas lulus, kerjanya di Bank. Ga nyambung kan ? dan akhirnya apa yg sdh dipelajari jadinya tidak dapat teraplikasikan, hanya sekedar menjadi tumpukan pengetahuan yang semakin lama semakin mengendap di dasar otak. nah, mulai sekarang hendaknya kita ketika mempelajari sesuatu memang sudah menetapkan tujuan dan mengerti bagaimana ilmu itu harus diterapkan. Tentu saja menjadikan keinginan untuk semakin dekat dengan Allah SWT yang sebagai dorongan utama ketika kita menuntut ilmu, bukan sekedar karena perintah orang tua/ ingin membahagiakan orang tua dengan nilai2 yg bagus sehingga orientasi kita hanya pada hasil (nilai) dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. So, marilah kita belajar untuk menikmati proses belajar. ( Heu ga nyambung juga ya???? )

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s