‘Brain Washing’

Soal cuci mencuci, kedengerannya itu hal yang biasa. Apalagi mahasiswa yg ngekos, pasti udah biasa bgt dgn persoalan mencuci. Tapi bagaimana kalo otak yang dicuci???hmmm, Itu juga kayaknya udah biasa, karena tanpa disadari sebenarnya qta jg sedang dicuci otak dgn pemahaman kapitalisme, liberalisme dan kawan2 -ismenya yg lain termasuk juga menanamkan Islamophobia. Yaa, ‘cuci otak’ menjadi topik utama pemberitaan media dlm dua pekan terakhir.
Sebagaimana banyak diberitakan media, aktivitas NII yg mengatasnamakan ‘Negara Islam’ (menurut pandangan mereka) telah menyebabkan seorang anak terpisah dari orang tuanya, menyebabkan orang hilang dan kehilangan masa depannya, menyatakan kafir thdp muslim yang tdk segolongan dgn dirinya (atau yg tidak berbai’at kepada amirnya), menyatakan kehalalan untuk melakukan perampokan, pencurian sejumlah harta yg dianggap sbg ghanimah, fai dan menganggap aktivitasnya tersebut sebagai jihad. Tentu saja beberapa pemahaman dan aktivitas NII tersebut merupakan penyimpangan terhadap ajaran Islam alias bathil, dan kita semua paham akan itu. Namun, realitas NII tersebut tidak bisa dijadikan sebagai justifikasi secara general terhadap aktivitas dakwah Islam yang sebenarnya, yang mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Persoalan NII dan kewajiban mengkaji islam adalah dua hal yg berbeda dan tidak bisa dikaitkan satu sama lain.
Gencarnya pemberitaan mengenai ‘cuci otak’ yg dilakukan oleh NII ini telah menimbulkan keresahan dan kecurigaan masyarakat, terutama orang tua dan kalangan kampus (dosen dan mahasiswa) yang notabene dikatakan menjadi sasaran pencucian otak. Terlebih secara menonjol diberitakan tujuan NII adalah mendirikan Negara Islam. Bahkan sebuah media TV secara blak-blakan menjadikan kalimat tersebut sebagai headline. Hal tersebut membuat masyarakat/mahasiswa cenderung menutup diri terhadap gerakan2 Islam dan upaya2 dakwah islam yang mengajak kepada yang ma’ruf dimana puncaknya adalah diterapkannya hukum Allah di muka bumi melalui Negara Islam (Khilafah Islamiyah). Dengan begitu secara otomatis dan sistematis telah menjauhkan umat Islam dari agamanya sendiri.
Banyaknya target operasi dan korban dari kalangan mahasiswa (yg secara intelektual tentu seharusnya tidak mudah u/ dibodoh2i) menjadi bukti nyata kurangnya pemahaman agama islam pada diri mahasiswa, yg notabene telah diberikan dari tingkat pendidikan dasar sampai pada perguruan tinggi. Sistem pendidikan sekuler telah menjadikan islam hanya sebagai sebuah teori dalam mata pelajaran/mata kuliah yang jauh dari penghayatan dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah letak pentingnya memahami islam secara menyeluruh dengan mengkaji islam sehingga tidak terjebak pada pemahaman2 islam yang keliru, yang kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan.
Maraknya peristiwa semacam ini tentu membuat qta prihatin. Bukankah sudah sejak lama aktivitas NII ini diketahui, tapi kenapa baru sekarang diangkat ke permukaan?? Kenapa baru sekarang media gencar (klo ga mau dikatakan LEBAY) memberitakan NII, ketika umat islam secara perlahan sudah mulai menginginkan penerapan syariah Islam?? Kenapa dan kenapa?? (heuheu jd ikutan lebay dech ). Dari pemberitaan yg sdh berminggu2 tsbt kenapa jg masih membahas soal modus gerakan NII saja, tidak disinggung bagaimana upaya2 pemerintah mencari solusi dari permasalahan ini. Berlarut-larutnya tragedi seperti ini tentu dikarenakan kurang seriusnya penanganan pemerintah terhadap kelompok ini, bahkan cenderung memeliharanya. Sampai kemudian muncul spekulasi bahwa munculnya pemberitaan ini ke permukaan memang disengaja karena adanya tujuan politis tertentu, yakni upaya memberikan citra negatif terhadap Negara Islam dan aktivitas penegakannya; menebar Islamophobia; menjauhkan umat dari Islam kaafah; dan menggolkan upaya RUU intelejen menjadi UU intelejen. Munculnya spekulasi tsbt bukan tanpa dasar. Masyarakat awam pun jg bs menilai bahwa pemerintah bersikap lamban terhadap hal ini. beda bgt responnya ketika ada ‘BOM’ yg bisa jd dibuat sndiri oleh intelejen. Yaaa, apapun bisa terjadi kan???
Nah, supaya tidak muncul bermacam-macam spekulasi lain dan supaya spekulasi tsbt tdk menjadi benar, Oleh karena itu, pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan NII ini dengan cara segera menindak NII dan pelaku kriminal (pencurian, penculikan, perampokan, dll) yang mengatasnamakan syariat islam dan penegakan Negara islam. Secara pribadi, qta juga harus membekali diri dgn pemahaman2 Islam agar tidak terjebak pada penyimpangan yaitu dengan cara mengkaji Islam.